Sesuai Dengan Permenpan RB Nomor 15 Tahun 2014 Tentang Pedoman Standar Pelayanan
"DENGAN INI KAMI MENYATAKAN SANGGUP MENYELENGGARAKAN PELAYANAN SESUAI STANDAR YANG TELAH DITETAPKAN DAN AKAN MELAKUKAN PERBAIKAN SECARA TERUS-MENERUS, APABILA TIDAK MENEPATI JANJI INI, KAMI SIAP MENERIMA SANKSI DAN MEMBERIKAN KOMPENSASI PELAYANAN SESUAI DENGAN KETENTUAN YANG BERLAKU."
MTsN 1 Kota Kediri
Portal Resmi Madrasah
MTsN 1 Kota Kediri
MANTAP BERADAB, DIGITAL BERKARYA, PANCA CINTA JIWANYA
Form Layanan Pengaduan
Sampaikan laporan atau aspirasi Anda secara sopan dan aman.
Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Kediri adalah suatu lembaga pendidikan lanjutan tingkat pertama yang di dalam aktifitasnya berciri khas Islam atau bernuansa Islam. Tsanawiyah Negeri I Kota Kediri di dalam sejarahnya berawal dari MTs Swasta yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Al Islah. Dengan dasar pemikiran untuk mempermudah para santri dalam memperoleh ilmu pengetahuan umum, kemudian dinegerikan oleh pemerintah pada tanggal 02 Maret 1970 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 16 tahun 1970 dengan urutan dari pusat
nomor 40.
Madrasah Tsanawiyah Negeri I Kota Kediri berada di pinggiran Kota yang berbatasan dengan Kabupaten Kediri, tepatnya di barat daya Kota Kediri yang terletak di Desa Bandarkidul Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. Pada awalnya mayoritas siswa-siswinya berasal dari pedesaan dan sekitar lereng gunung wilis, yang kondisi sosial ekonominya berpenghasilan menengah ke bawah tetapi sekarang Madrasah Tsanawiyah Negeri I Kota Kediri sudah mulai diminati siswa dari Kota Kediri dan
sekitarnya bahkan sekarang sudah mendapat kepercayaan dan dukungan yang besar dari masyarakat Kota Kediri. Hal ini terbukti animo masyarakat menitipkan putra putrinya untuk memperoleh pendidikan di MTsN I Kota Kediri dari tahun ke tahun 4 semakin meningkat. Hal ini juga didukung kondisi masyarakat yang mayoritas beragama Islam dan banyaknya pondok pesantren yang berada di sekitar MTsN I Kota Kediri.
Demikian sepintas gambaran profil Madrasah Tsanawiyah Negeri I Kota Kediri semoga apa yang diinginkan bisa berhasil. Amin.
Visi & Misi
Visi:
Mewujudkan siswa/i yang Mandiri, Akhlakul karimah, Nasionalis, Terampil, Aktif, Peduli Lingkungan (MANTAP)
Misi:
Melaksanakan pembelajaran yang Berinovasi, Efektif, Religius,
Adaptif, Disiplin, Aktif, Berbudaya Lingkungan (BERADAB)
Guru dan Karyawan
NIPNamaJabatanKinerjaStatus
Total: 81
[197912082025211009]Mujib Mudhofar, S. KomStaf Tata UsahaAktif
Mengembangkan potensi, bakat, dan minat siswa secara optimal
NO
HARI
WAKTU
NAMA KEGIATAN MADRASAH
GURU PEMBIMBING / PEMBINA
KETERANGAN PESERTA
Belum ada jadwal program pembiasaan keagamaan siswa.
Struktur Organisasi Madrasah
Anwar Fauzi, S.Pd, M.Pd.I
Kepala Madrasah
Akhmad Muflik, S.Pd.
Kurikulum
Khotim Maslikah, M. Pd.
Kesiswaan
Nurelah, M.Pd.
Humas
Anwar Mujamil, S.Pd.I
Sarana Prasarana
Furutul Khoiriyah, S.Pd.I
Kepala Tata Usaha
Sarana & Fasilitas Fasilitas
Daftar penunjang kenyamanan Belajar di MTsN 1 Kota Kediri.
Lapangan Futsal
Ketersediaan: 1 Unit/Paket
Baik
Lab Komputer
Ketersediaan: 1 Unit/Paket
Baik
Masjid
Ketersediaan: 1 Unit/Paket
Baik
Gasebo
Ketersediaan: 3 Unit/Paket
Baik
Meja
Ketersediaan: 1136 Unit/Paket
Baik
Kipas Angin Portable
Ketersediaan: 26 Unit/Paket
Baik
Kamar Mandi & Toilet
Ketersediaan: 12 Unit/Paket
Baik
Pos Keamanan
Ketersediaan: 1 Unit/Paket
Baik
Tempat Parkir
Ketersediaan: 2 Unit/Paket
Sangat Baik
Perpustakaan
Ketersediaan: 1 Unit/Paket
Baik
Sound System & Microphone
Ketersediaan: 1 Unit/Paket
Baik
Kipas Angin Turnado Stand
Ketersediaan: 4 Unit/Paket
Sangat Baik
Dokumentasi Kegiatan Madrasah
Kegiatan Siswa
SMART HIDROPONIC MADRASAH, Inovasi IoT dan AI MTsN 1 Kota Kediri untuk OMI 2026 Bidang Riset
12 Oct 2026
Detail Dokumentasi Kegiatan
Waktu Pelaksanaan:
12 October 2026
Agenda Utama
SMART HIDROPONIC MADRASAH, Inovasi IoT dan AI MTsN 1 Kota Kediri untuk OMI 2026 Bidang Riset
KOTA KEDIRI – Semangat berinovasi dan mengembangkan teknologi terus tumbuh di lingkungan MTsN 1 Kota Kediri. Salah satu karya yang dikembangkan sebagai bahan untuk mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 bidang Riset adalah SMART HIDROPONIC MADRASAH, sebuah inovasi sistem pengelolaan hidroponik cerdas yang mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI).
Karya ini dirancang untuk menghadirkan solusi pengelolaan budidaya tanaman hidroponik berbasis data. Melalui integrasi perangkat sensor, aplikasi digital, dan kecerdasan buatan, sistem ini membantu pengguna memantau kondisi hidroponik, menganalisis parameter lingkungan, serta memperoleh rekomendasi pengelolaan tanaman secara lebih terukur.
Pengembangan SMART HIDROPONIC MADRASAH menjadi salah satu upaya menghubungkan ilmu pengetahuan dengan pemanfaatan teknologi untuk menjawab permasalahan nyata, khususnya dalam budidaya tanaman dan efisiensi penggunaan sumber daya.
Integrasi IoT untuk Pemantauan Hidroponik
SMART HIDROPONIC MADRASAH menggunakan mikrokontroler ESP32 yang terhubung dengan berbagai sensor untuk mengukur kondisi instalasi hidroponik. Parameter yang dipantau meliputi pH larutan, konsentrasi nutrisi melalui sensor TDS/EC, suhu air, ketinggian dan aliran air, suhu udara, kelembapan udara, serta intensitas cahaya.
Data dari sensor dikirimkan ke aplikasi untuk ditampilkan sebagai informasi pemantauan. Dengan sistem tersebut, kondisi hidroponik dapat diketahui secara berkala sehingga pengguna memiliki dasar informasi yang lebih baik dalam melakukan pemeliharaan tanaman.
Integrasi IoT memungkinkan data dari perangkat keras diakses melalui aplikasi, sedangkan pengukuran sejumlah parameter membantu pengguna memahami faktor-faktor yang memengaruhi kondisi budidaya. Sistem ini dirancang untuk mendukung pengelolaan hidroponik yang lebih praktis, terarah, dan berbasis data.
Kecerdasan Buatan untuk Analisis dan Rekomendasi
Selain memanfaatkan IoT, SMART HIDROPONIC MADRASAH dilengkapi model kecerdasan buatan menggunakan algoritma Random Forest. Algoritma ini digunakan untuk mengklasifikasikan kondisi hidroponik berdasarkan parameter yang tersedia.
Hasil klasifikasi menjadi dasar penyajian informasi dan rekomendasi pengelolaan, antara lain terkait kebutuhan penambahan air, penyesuaian nutrisi, serta pengaturan tingkat keasaman larutan melalui pH Up dan pH Down.
Aplikasi ini juga menyediakan fitur koneksi dan pemetaan perangkat keras serta kontrol pompa untuk nutrisi A, nutrisi B, pH Up, dan pH Down. Dengan demikian, sistem mengintegrasikan pemantauan, analisis, dan dukungan pengendalian perangkat dalam satu aplikasi.
Penerapan algoritma AI tersebut menjadi aspek yang menarik untuk dikaji lebih lanjut dalam bidang riset. Pengujian akurasi sensor, ketepatan klasifikasi, dan kesesuaian rekomendasi dengan kondisi tanaman menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa sistem benar-benar memberikan manfaat bagi pengelolaan hidroponik.
Menjadi Bahan Riset pada OMI 2026
Sebagai bahan untuk mengikuti OMI 2026 bidang Riset, SMART HIDROPONIC MADRASAH memiliki potensi untuk dikembangkan melalui pendekatan ilmiah yang sistematis. Pengembangan karya ini tidak hanya berfokus pada pembuatan perangkat dan aplikasi, tetapi juga pada upaya menguji bagaimana integrasi IoT dan AI dapat membantu pengelolaan hidroponik.
Melalui riset ini, sejumlah aspek dapat dikaji, seperti kemampuan sensor dalam membaca kondisi hidroponik, kinerja algoritma Random Forest dalam mengklasifikasikan kondisi sistem, serta efektivitas rekomendasi dalam membantu pemeliharaan tanaman.
Pendekatan tersebut penting agar karya yang dihasilkan tidak berhenti pada inovasi teknologi, tetapi juga memiliki dasar pengujian, data pendukung, dan hasil evaluasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
OMI bidang Riset menjadi ruang bagi murid untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, pemecahan masalah, dan literasi teknologi melalui proses penelitian. SMART HIDROPONIC MADRASAH dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan tersebut sekaligus melatih murid menghubungkan konsep sains dengan penerapan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.
Sejalan dengan Panca Cinta dan Transformasi Digital Madrasah
Pengembangan SMART HIDROPONIC MADRASAH juga memiliki keterkaitan dengan semangat Panca Cinta yang dikembangkan di MTsN 1 Kota Kediri, terutama cinta ilmu dan cinta lingkungan. Melalui karya ini, teknologi diarahkan untuk mendukung proses pembelajaran sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pengelolaan sumber daya alam secara bertanggung jawab.
Di lingkungan madrasah, sistem ini berpotensi dikembangkan sebagai media pembelajaran lintas disiplin yang memadukan sains, teknologi, analisis data, dan budidaya tanaman. Penerapannya juga dapat diperluas untuk instalasi hidroponik sederhana maupun rumah kaca (greenhouse).
SMART HIDROPONIC MADRASAH menjadi gambaran bahwa transformasi digital madrasah tidak hanya berkaitan dengan layanan administrasi dan pembelajaran berbasis aplikasi, tetapi juga mencakup pengembangan inovasi teknologi yang dapat diuji, dipelajari, dan dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan nyata.
Melalui persiapan karya untuk OMI 2026 bidang Riset, diharapkan tumbuh budaya ilmiah di madrasah yang mendorong murid untuk berani meneliti, menguji gagasan, menganalisis data, dan menghasilkan inovasi yang bermanfaat.
SMART HIDROPONIC MADRASAH: Meriset dengan Cerdas, Berinovasi dengan Teknologi, dan Berkarya untuk Lingkungan.
(Tim Humas Masansa)
Kegiatan Siswa
Dari Kampus ke Madrasah: 70 Mahasiswa Universitas Islam Tribakti Menyelami Praktik Nyata Pembelajaran PAI di MTsN 1 Kota Kediri
09 Oct 2026
Detail Dokumentasi Kegiatan
Waktu Pelaksanaan:
09 October 2026
Agenda Utama
Dari Kampus ke Madrasah: 70 Mahasiswa Universitas Islam Tribakti Menyelami Praktik Nyata Pembelajaran PAI di MTsN 1 Kota Kediri
KOTA KEDIRI – Menjembatani teori perkuliahan dengan realitas pembelajaran di madrasah, sebanyak 70 mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Tribakti melaksanakan kegiatan Observasi Lapangan Praktik Pembelajaran di MTs Negeri 1 Kota Kediri pada Jumat, 9 Oktober 2026, pukul 08.00–11.00 WIB. Kegiatan ini didampingi oleh dosen Drs. H. Nursalim, M.Pd.I. sebagai bagian dari penguatan pengalaman praktis mahasiswa dalam mempersiapkan diri menjadi pendidik profesional.
Dalam pelaksanaannya, observasi dipandu oleh tiga wakil kepala MTsN 1 Kota Kediri, yaitu Ahmad Muflik, Waka Kurikulum; Nurelah, Waka Humas; dan Anwar Mujamil, Waka Sarana dan Prasarana. Ketiganya memberikan pendampingan dan pengenalan lingkungan madrasah sesuai dengan bidang tugas masing-masing, sehingga mahasiswa memperoleh gambaran lebih luas tentang penyelenggaraan pendidikan di madrasah.
Kegiatan ini bertujuan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat secara langsung praktik baik pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di lingkungan madrasah. Melalui pengamatan lapangan, mahasiswa diharapkan mampu memahami bagaimana teori-teori pendidikan yang diperoleh di bangku kuliah diterapkan dalam proses pembelajaran nyata.
Pengalaman ini menjadi bagian penting dalam melengkapi pembelajaran mata kuliah Micro Teaching. Jika perkuliahan membekali mahasiswa dengan konsep, perencanaan, dan simulasi mengajar, observasi lapangan memberikan kesempatan untuk memahami dinamika pembelajaran secara langsung, termasuk peran guru dalam mengelola kelas, membangun interaksi dengan murid, serta menanamkan nilai-nilai keislaman dan akhlak mulia.
Pendampingan oleh Waka Kurikulum, Waka Humas, dan Waka Sarana dan Prasarana juga memperkenalkan mahasiswa pada pentingnya tata kelola madrasah yang terintegrasi. Mutu pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh kompetensi guru di dalam kelas, tetapi juga didukung oleh perencanaan kurikulum yang terarah, komunikasi dan kolaborasi yang baik, serta ketersediaan sarana dan prasarana yang menunjang proses belajar.
Lebih dari sekadar kunjungan akademik, kegiatan ini menjadi ruang belajar untuk menumbuhkan kepekaan pedagogis, memperluas wawasan tentang strategi pembelajaran, dan menginspirasi mahasiswa dalam merancang pembelajaran PAI yang bermakna, kontekstual, serta menyenangkan. Mahasiswa juga diharapkan semakin memahami bahwa keberhasilan pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi, tetapi juga oleh kemampuan guru membangun hubungan yang positif dan menghadirkan keteladanan.
Bagi MTsN 1 Kota Kediri, kegiatan ini merupakan bentuk keterbukaan madrasah dalam berbagi pengalaman dan praktik baik kepada calon pendidik. Interaksi antara perguruan tinggi dan madrasah menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi dalam meningkatkan mutu pendidikan Islam sekaligus menyiapkan calon guru yang mampu menjawab tantangan pendidikan di masa depan.
Dalam pesannya, Drs. H. Nursalim, M.Pd.I. berharap MTs Negeri 1 Kota Kediri terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, mengembangkan kreativitas guru, serta menghadirkan pendidikan Islam yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan pembentukan karakter murid.
Kegiatan observasi ini menegaskan bahwa proses menjadi guru profesional tidak cukup hanya melalui penguasaan teori. Calon pendidik perlu belajar dari praktik nyata, mengasah keterampilan, membangun karakter, dan menumbuhkan komitmen untuk terus berkembang sepanjang perjalanan profesinya.
Dari teori menuju praktik, dari observasi menuju inspirasi. Semoga pengalaman belajar di MTsN 1 Kota Kediri menjadi bekal berharga bagi 70 mahasiswa Universitas Islam Tribakti untuk tumbuh menjadi guru PAI yang kompeten, inovatif, inspiratif, dan berakhlak mulia—pendidik yang tidak hanya mencerdaskan pikiran, tetapi juga menumbuhkan karakter dan menebarkan nilai-nilai kebaikan. (Tim Humas Masansa)
Kegiatan Siswa
Supervisi Eksternal Metode Ummi, MTsN 1 Kota Kediri Perkuat Mutu Pembelajaran Al-Qur’an
07 Oct 2026
Detail Dokumentasi Kegiatan
Waktu Pelaksanaan:
07 October 2026
Agenda Utama
Supervisi Eksternal Metode Ummi, MTsN 1 Kota Kediri Perkuat Mutu Pembelajaran Al-Qur’an
Kediri – MTsN 1 Kota Kediri terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan mutu pembelajaran Al-Qur’an. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Supervisi Eksternal Pembelajaran Al-Qur’an Metode Ummi yang berlangsung pada Rabu, 7 Oktober 2026, pukul 12.55–16.30 WIB.
Kegiatan yang dipandu oleh Ustaz Afif dan Ustazah Ana, serta diikuti oleh 21 peserta, terdiri atas jajaran guru pengajar Al-Qur’an metode Ummi dan tim terkait, menjadi momentum penting untuk memastikan proses pembelajaran Al-Qur’an di MTsN 1 Kota Kediri berjalan secara terarah, konsisten, dan sesuai dengan standar metode Ummi.
Supervisi eksternal ini tidak sekadar menjadi kegiatan penilaian, tetapi juga menjadi ruang refleksi dan penguatan kualitas pembelajaran. Setidaknya terdapat tiga tujuan utama yang menjadi fokus kegiatan.
Pertama, kontrol eksternal, yakni memastikan pelaksanaan pembelajaran metode Ummi di MTsN 1 Kota Kediri berjalan sesuai dengan standar dan tahapan yang telah ditetapkan. Kehadiran tim eksternal diharapkan mampu memberikan pandangan objektif terhadap implementasi pembelajaran yang selama ini telah dilaksanakan.
Kedua, identifikasi dan solusi permasalahan. Supervisi menjadi sarana untuk menemukan berbagai kendala yang mungkin muncul dalam proses pembelajaran, baik yang berkaitan dengan aspek teknis maupun metodologis. Permasalahan yang ditemukan selanjutnya menjadi bahan diskusi untuk mendapatkan solusi yang aplikatif dan dapat diterapkan oleh para asatidz dalam pembelajaran sehari-hari.
Ketiga, evaluasi kinerja, yaitu memberikan penilaian secara objektif terhadap performa dan efektivitas mengajar para asatidz. Evaluasi ini diharapkan tidak berhenti pada penilaian, tetapi menjadi pijakan untuk melakukan perbaikan dan pengembangan kompetensi secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, MTsN 1 Kota Kediri menegaskan bahwa kualitas pembelajaran Al-Qur’an membutuhkan proses yang terukur, konsisten, dan berkelanjutan. Para asatidz diharapkan mampu melaksanakan pembelajaran sesuai dengan tahapan metode Ummi secara tepat, sehingga perkembangan kemampuan murid dalam membaca Al-Qur’an dapat terpantau dengan baik dan target tahsin, tartil, maupun tahfidz dapat dicapai secara optimal.
Lebih dari sekadar supervisi, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk membangun kesamaan visi antara madrasah dan Tim Ummi. Sinergi keduanya menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas pembelajaran sekaligus memastikan setiap proses yang dilakukan benar-benar memberikan dampak terhadap kemampuan murid.
Pada akhir kegiatan, disampaikan sejumlah pesan strategis sebagai tindak lanjut supervisi. Pihak madrasah diharapkan terus membuka komunikasi dan mempererat kerja sama dengan Tim Ummi, khususnya dalam upaya mencapai target pembelajaran tahsin, tartil, dan tahfidz secara optimal.
Sementara itu, Tim Ummi diharapkan terus meningkatkan kualitas pendampingan serta menjadikan hasil supervisi sebagai bahan evaluasi berkala. Dengan demikian, supervisi tidak berhenti sebagai kegiatan pemeriksaan, tetapi menjadi bagian dari siklus peningkatan mutu yang terus berlangsung.
Bagi MTsN 1 Kota Kediri, penguatan pembelajaran Al-Qur’an merupakan bagian penting dari ikhtiar membangun generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki keimanan, kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta karakter yang beradab.
Melalui kolaborasi yang kuat antara madrasah, para asatidz, dan Tim Ummi, diharapkan pembelajaran Al-Qur’an di MTsN 1 Kota Kediri semakin berkualitas, terukur, dan berdampak nyata, sehingga setiap murid memiliki kesempatan untuk tumbuh menjadi generasi yang dekat dengan Al-Qur’an dan mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. (Tim Humas Masansa)
Kegiatan Siswa
Monev KBC: MTsN 1 Kota Kediri Perkuat Transformasi Mindset dan Keteladanan Warga Madrasah
05 Oct 2026
Detail Dokumentasi Kegiatan
Waktu Pelaksanaan:
05 October 2026
Agenda Utama
Monev KBC: MTsN 1 Kota Kediri Perkuat Transformasi Mindset dan Keteladanan Warga Madrasah
Kediri – Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di MTsN 1 Kota Kediri terus diperkuat. Bukan hanya melalui perangkat dan program pembelajaran, tetapi juga melalui perubahan cara pandang, sikap, dan keteladanan seluruh warga madrasah.
Hal tersebut menjadi salah satu poin penting dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta yang dilaksanakan di MTsN 1 Kota Kediri pada Senin, 5 Oktober 2026, pukul 10.00–13.00 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Mochamad Zaenuri, S.Pd., M.Pd., dari Pokjawas Kementerian Agama Kantor Wilayah Provinsi Jawa Timur.
Kegiatan monev diikuti oleh unsur pimpinan dan Tim Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta MTsN 1 Kota Kediri, meliputi Kepala Madrasah, Tim KBC, para Wakil Kepala Madrasah, guru, tenaga kependidikan, serta unsur lain yang terkait dengan implementasi KBC di lingkungan madrasah.
KBC Bukan Sekadar Perubahan Perangkat
Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk melihat sejauh mana KBC telah dipahami dan diimplementasikan dalam ekosistem pendidikan di MTsN 1 Kota Kediri. Monev juga menjadi ruang refleksi untuk mengidentifikasi praktik baik, tantangan, sekaligus aspek yang masih perlu diperkuat.
Salah satu hal mendasar yang perlu mendapat perhatian adalah perubahan mindset. Implementasi KBC tidak akan berjalan optimal apabila perubahan hanya terjadi pada dokumen, perangkat pembelajaran, atau program madrasah, sementara cara pandang warga madrasah terhadap pendidikan dan murid masih sama seperti sebelumnya.
KBC membutuhkan perubahan paradigma: dari sekadar mengajar menjadi mendidik, dari mengelola menjadi melayani, dan dari berorientasi pada program menuju pembentukan manusia yang utuh.
Karena itu, perubahan mindset perlu dimulai dari para penggerak utama ekosistem madrasah, yaitu kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan.
Keteladanan Kepala Madrasah dan Guru Menjadi Kunci
Dalam implementasinya, nilai-nilai cinta tidak cukup disampaikan melalui nasihat. Nilai tersebut harus dihadirkan melalui keteladanan.
Kepala madrasah memiliki posisi strategis sebagai figur yang menjadi rujukan bagi seluruh warga madrasah. Cara kepala madrasah berkomunikasi, mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan, memberikan apresiasi, melakukan pembinaan, dan memperlakukan warga madrasah akan menjadi bagian dari pembelajaran KBC yang tidak tertulis.
Demikian pula guru. Murid tidak hanya belajar dari apa yang disampaikan guru di dalam kelas, tetapi juga dari cara guru berbicara, bersikap, menghargai perbedaan, menghadapi kesalahan, memberikan teguran, dan menunjukkan kepedulian.
Dengan demikian, keteladanan menjadi salah satu aspek penting yang perlu terus diperkuat dalam implementasi KBC.
Apa yang dilakukan oleh kepala madrasah dan guru akan lebih kuat pengaruhnya daripada apa yang hanya mereka katakan kepada murid.
Dari Mindset Menuju Budaya Madrasah
Monev KBC menjadi momentum untuk melihat apakah nilai-nilai cinta sudah benar-benar hadir dalam kehidupan sehari-hari di madrasah.
Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta terhadap ilmu, cinta terhadap lingkungan, cinta kepada diri dan sesama, serta cinta terhadap tanah air perlu diterjemahkan menjadi perilaku nyata dan budaya bersama.
Guru diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Tenaga kependidikan diharapkan menghadirkan pelayanan yang ramah, responsif, dan penuh kepedulian. Sementara pimpinan madrasah diharapkan menjadi teladan dalam membangun budaya kerja yang kolaboratif, humanis, dan berorientasi pada kemajuan bersama.
Dengan demikian, keberhasilan KBC tidak hanya diukur dari seberapa lengkap dokumen yang tersedia, tetapi juga dari seberapa nyata perubahan perilaku dan budaya yang terjadi di madrasah.
Monev sebagai Cermin untuk Berbenah
Monitoring dan evaluasi bukan dimaknai sebagai kegiatan untuk mencari kekurangan, melainkan sebagai cermin untuk melihat posisi madrasah dan menentukan langkah perbaikan berikutnya.
Hasil monev diharapkan dapat menjadi bahan refleksi bagi MTsN 1 Kota Kediri untuk memperkuat aspek-aspek yang sudah berjalan sekaligus memperbaiki hal-hal yang masih membutuhkan penguatan, khususnya dalam hal perubahan mindset dan keteladanan para penggerak madrasah.
Kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan perlu memiliki kesadaran bersama bahwa KBC bukan program tambahan, melainkan cara pandang baru dalam menjalankan pendidikan.
Ketika pemimpinnya memberikan teladan, guru menghadirkan pembelajaran dengan cinta, dan tenaga kependidikan memberikan pelayanan dengan kepedulian, maka murid akan merasakan nilai-nilai KBC bukan hanya dalam materi pelajaran, tetapi dalam keseluruhan pengalaman mereka berada di madrasah.
Menuju Madrasah yang Benar-Benar Menghidupkan Cinta
MTsN 1 Kota Kediri berharap kegiatan monev ini memberikan penguatan arah dan rekomendasi yang konstruktif bagi keberlanjutan implementasi KBC. Hasil evaluasi akan menjadi bahan tindak lanjut untuk membangun ekosistem madrasah yang semakin konsisten dalam menerapkan nilai-nilai cinta.
Pesan penting yang mengemuka adalah bahwa KBC harus dihidupkan, bukan sekadar dituliskan. Ia harus tampak dalam kebijakan, pembelajaran, pelayanan, komunikasi, pembiasaan, keteladanan, dan hubungan antarseluruh warga madrasah.
Pada akhirnya, transformasi KBC dimulai dari satu hal yang paling mendasar: mengubah mindset para penggerak pendidikan.
Sebab, ketika kepala madrasah dan guru mampu menjadi teladan dalam menghadirkan cinta, murid tidak hanya mendengar tentang cinta, tetapi melihat, merasakan, dan belajar mempraktikkan cinta dalam kehidupan mereka.
KBC bukan sekadar kurikulum yang diajarkan. KBC adalah nilai yang diteladankan, budaya yang dihidupkan, dan karakter yang ditumbuhkan. (Tim Humas Masansa)