Kediri –
MTsN 1 Kota Kediri kembali menggelar kegiatan rutin tiap akhir tahun yaitu Workshop
Review dan Rekonstruksi Kurikulum Tahun Ajaran 2026/2027 pada hari Senin sampai
dengan hari Sabtu tanggal 22-27 Juni 2026 bertempat di Aula K.H. Thaha Mu’id
dengan mengusung tema “Mewujudkan Pembelajaran Berdampak, Bermakna, dan Berkelanjutan.”
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pendidik dan tenaga kependidikan, dan
guru-guru dari beberapa Madrasah Swasta yang diundang, sebagai langkah
strategis dalam menyusun kurikulum yang relevan dengan perkembangan zaman serta
kebutuhan murid.
Workshop
Kurikulum Hari Pertama
Acara
diawali dengan pembukaan oleh panitia dan MC, dilanjutkan dengan menyanyikan
lagu Indonesia Raya dan Mars Madrasah. Suasana khidmat dan penuh semangat
tampak mengiringi seluruh rangkaian pembukaan sebagai bentuk komitmen bersama
dalam memajukan mutu pendidikan madrasah.
Pada
sesi pertama, peserta memperoleh materi tentang “ASN Kemenag Rahmatan Lil
Alamin” yang disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama, Ahmad
Zamroni. Materi ini menegaskan pentingnya peran ASN Kementerian Agama dalam
menghadirkan pelayanan yang profesional, humanis, dan berlandaskan nilai-nilai
moderasi beragama sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat.
Setelah
jeda istirahat dan coffee break, kegiatan dilanjutkan dengan materi “Transformasi
MTsN 1 Kota Kediri Menuju Madrasah Digital Berbasis Panca Cinta” yang
disampaikan oleh Kepala MTsN 1 Kota Kediri, Anwar Fauzi. Dalam paparannya,
beliau menjelaskan arah pengembangan madrasah yang mengintegrasikan
transformasi digital dengan penguatan karakter melalui nilai-nilai Panca Cinta.
Langkah ini diharapkan mampu mendukung terwujudnya pembelajaran yang berdampak
bagi murid, bermakna dalam prosesnya, serta berkelanjutan dalam hasilnya.
Usai
melaksanakan ISHOMA, peserta mengikuti sesi “Zona Integritas dalam Membangun
Kompetensi ASN” yang disampaikan oleh Kasubbag Tata Usaha Kemenag Kota
Kediri, Abdul Shomad. Materi ini memberikan penguatan mengenai pentingnya
budaya kerja yang berintegritas, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan
sebagai fondasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan
madrasah.
Sementara
itu, sesi terakhir menghadirkan materi “Sinergitas MTs dan Komite dalam
Membangun Madrasah ZI” yang disampaikan oleh Gus Ab selaku Ketua Komite
MTsN 1 Kota Kediri. Pada kesempatan tersebut Beliau menyampaikan bahwa nilai-nilai moral dan etika
kerja Islam yang harus diterapkan GTK di MTsN 1 Kota Kediri menuju Madrasah ZI
dan profesionalisme kerja sebagai berikut.
1. Al-Wafa bil 'Uqud: Memenuhi atau menepati janji dan kesepakatan. Nilai
ini menekankan pentingnya integritas dan komitmen atas akad yang telah
disepakati.
2. Al-Insan wal Itqan fil 'Amal: Bekerja dengan orientasi pada
kualitas, ketepatan, dan profesionalisme (itqan). Setiap tugas
diselesaikan dengan sebaik-baiknya dan penuh dedikasi.
3. Al-Jiddiyah fil 'Amal: Kesungguhan, etos kerja keras, dan kedisiplinan
dalam menjalankan tugas. Menunjukkan sikap tidak mudah menyerah dan fokus pada
pencapaian tujuan.
4. Al-Amanah wal Mas'uliyah: Sikap dapat dipercaya (amanah) dan
bertanggung jawab penuh (mas'uliyah) atas wewenang atau tugas yang
diemban.
Empat
hal tersebut sudah cukup dapat mengantarkan Madrasah menuju Madrasah yang
unggul, hebat, dan bermartabat sehingga adapat mencapai menuju Madrasah ZI.
Kegiatan
hari pertama workshop berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Melalui
berbagai materi yang disampaikan, para peserta memperoleh wawasan dan penguatan
untuk bersama-sama menyusun kurikulum yang adaptif, inovatif, dan berorientasi
pada kebutuhan murid. Sejalan dengan tema yang diusung, workshop ini menjadi
ikhtiar MTsN 1 Kota Kediri dalam mewujudkan pembelajaran yang berdampak, bermakna,
dan berkelanjutan demi terciptanya generasi yang unggul, berkarakter, dan siap
menghadapi tantangan masa depan. (Tim Humas Masansa)