Kediri — Program Super Class MTsN 1 Kota Kediri kembali menghadirkan pengalaman belajar di luar kelas melalui kunjungan pendidikan ke Kantor Radio Andika Media Kota Kediri. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi murid untuk mengenal lebih dekat dunia media sekaligus memperkuat pemahaman tentang pentingnya literasi digital bagi pelajar dan anak muda.
Kunjungan pendidikan tersebut diawali dengan pembukaan oleh Manager Andika Media, Bapak Adnan Raharja. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Kepala MTsN 1 Kota Kediri, Anwar Fauzi, yang memberikan penguatan kepada murid agar memanfaatkan kesempatan belajar secara langsung di lingkungan profesional.

Belajar Literasi Digital dari Praktisi Media
Acara kemudian dilanjutkan dengan paparan materi oleh Manager Andika Media, Bapak Adnan Raharja, dengan tema “Pentingnya Literasi Digital bagi Pelajar dan Anak Muda.”
Dalam pemaparannya, murid diajak memahami bahwa perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan, termasuk dalam cara memperoleh, mengolah, dan menyampaikan informasi. Bagi pelajar dan anak muda yang sangat dekat dengan gawai dan media digital, kemampuan menggunakan teknologi perlu diiringi dengan kecakapan, etika, budaya, dan keamanan digital.
Bapak Adnan menjelaskan empat pilar utama literasi digital yang penting dipahami dan diterapkan oleh pelajar.

Pertama, kecakapan digital. Pilar ini berkaitan dengan kemampuan memahami fungsi gawai dan perangkat lunak serta menggunakannya secara terampil untuk mendukung berbagai aktivitas, termasuk pembelajaran.
Kedua, budaya digital. Penggunaan ruang digital perlu tetap mencerminkan nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan. Dengan demikian, kemajuan teknologi tidak membuat generasi muda kehilangan nilai dan karakter sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
Ketiga, etika digital. Murid perlu memiliki kesadaran untuk bertata krama dan menghormati pengguna lain ketika berinteraksi di ruang siber. Kebebasan berkomunikasi di dunia digital tetap harus disertai tanggung jawab terhadap apa yang disampaikan.
Keempat, keamanan digital. Pelajar perlu memahami pentingnya melindungi data pribadi sekaligus memiliki kesadaran untuk mencegah berbagai bentuk kejahatan siber.

Mengenali Risiko Tanpa Literasi Digital
Selain memahami empat pilar tersebut, murid juga diajak mengenali berbagai risiko yang dapat muncul apabila penggunaan teknologi digital tidak disertai dengan nilai literasi digital.
Salah satunya adalah penyebaran hoaks, yaitu berita bohong yang dapat menimbulkan kepanikan publik. Karena itu, pelajar perlu memiliki kebiasaan untuk memeriksa informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.
Risiko berikutnya adalah cyberbullying atau perundungan di dunia maya. Perundungan digital dapat mengganggu kesehatan mental dan berdampak pada proses belajar. Kesadaran untuk menghormati orang lain di ruang digital menjadi bagian penting dalam mencegah terjadinya cyberbullying.
Risiko lainnya adalah jejak digital negatif. Apa yang dilakukan seseorang di ruang digital dapat meninggalkan rekam jejak yang berpotensi memengaruhi reputasi akademis maupun karier di masa mendatang. Oleh karena itu, murid perlu berpikir sebelum mengunggah, berkomentar, maupun membagikan sesuatu di ruang digital.

Saring Sebelum Sharing
Salah satu pesan penting yang disampaikan dalam materi adalah pentingnya menerapkan metode “saring sebelum sharing”. Prinsip ini menjadi langkah sederhana namun penting agar murid tidak menjadi bagian dari penyebaran informasi yang keliru atau merugikan.
Sebelum membagikan informasi di media sosial maupun melalui berbagai platform digital, terdapat empat langkah praktis yang dapat dilakukan untuk mengevaluasi informasi.
Pertama, cek sumber. Pastikan informasi berasal dari media atau sumber yang terverifikasi dan resmi. Murid perlu membiasakan diri melihat dari mana informasi tersebut berasal sebelum mempercayainya.
Kedua, baca utuh. Jangan mengambil kesimpulan hanya berdasarkan judul. Murid perlu membaca isi informasi secara lengkap dan menghindari jebakan judul umpan klik (clickbait) yang sengaja dibuat untuk menarik perhatian.
Ketiga, verifikasi bukti. Fakta yang diperoleh perlu dibandingkan dengan informasi dari otoritas resmi atau sumber terpercaya. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa informasi yang akan dibagikan memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.
Keempat, ukur manfaat. Sebelum menekan tombol share, pengguna perlu mempertimbangkan manfaat sekaligus dampak sosial dari informasi tersebut. Tidak semua informasi yang benar harus selalu dibagikan jika penyebarannya justru berpotensi menimbulkan dampak negatif.
Dengan menerapkan prinsip “saring sebelum sharing”, murid diharapkan mampu menjadi pengguna media digital yang lebih kritis, bijak, dan bertanggung jawab.

Mengenal Kiprah Andika Media dalam Ekosistem Informasi
Dalam kunjungan tersebut, murid juga memperoleh wawasan mengenai kiprah Andika Media dalam membangun ekosistem media di wilayah Kediri dan sekitarnya.
Andika Media hadir sebagai pelopor ekosistem media berbasis kecepatan, partisipasi warga, dan kepastian informasi yang terverifikasi. Peran tersebut menjadikan media memiliki posisi penting dalam membantu masyarakat memperoleh informasi yang aktual sekaligus dapat dipertanggungjawabkan.
Salah satu peran penting Andika Media adalah menjadi filter informasi utama bagi warga. Informasi yang berkembang di tengah masyarakat, termasuk berbagai isu yang masih simpang siur, tidak serta-merta disampaikan kepada publik. Informasi perlu dikonfirmasi dan ditelusuri terlebih dahulu untuk memastikan kebenarannya.
Dalam menjalankan peran tersebut, Andika Media juga melakukan konfirmasi isu secara langsung kepada pihak yang berwenang. Langkah ini menjadi bagian penting dalam memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat memiliki dasar yang jelas dan tidak sekadar bersumber dari kabar yang beredar di media sosial.
Penjelasan mengenai kiprah Andika Media tersebut memberikan pengalaman berharga bagi murid Super Class. Mereka dapat melihat secara langsung bahwa dalam ekosistem informasi digital, kecepatan penyampaian informasi perlu berjalan beriringan dengan ketelitian, verifikasi, dan tanggung jawab.

Mengenal Lebih Dekat Dunia Radio
Setelah mengikuti paparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan touring keliling ruangan Radio Andika.
Murid berkesempatan melihat secara langsung berbagai ruang dan lingkungan kerja di Radio Andika Media. Kegiatan ini memberikan gambaran kepada murid mengenai aktivitas di balik siaran radio serta bagaimana media menjalankan perannya dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran kontekstual yang memperkaya wawasan murid tentang dunia komunikasi dan media. Mereka tidak hanya mendapatkan materi secara teoritis, tetapi juga dapat mengamati secara langsung lingkungan kerja media.
Menutup Kunjungan dengan Foto Bersama
Rangkaian kunjungan kemudian ditutup dengan foto bersama antara murid, pendamping, dan jajaran Andika Media. Momen tersebut menjadi dokumentasi sekaligus kenangan atas pengalaman belajar yang diperoleh selama kunjungan.
Kegiatan kunjungan pendidikan ini menjadi bagian dari upaya Program Super Class MTsN 1 Kota Kediri untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih luas, kontekstual, dan bermakna. Belajar tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan lingkungan profesional dan para praktisi.
Bagi murid, kunjungan ke Radio Andika Media menjadi pengalaman berharga untuk mengenal dunia media sekaligus menumbuhkan kesadaran menjadi generasi muda yang cakap digital, berbudaya digital, beretika, mampu menjaga keamanan diri, serta kritis dalam menerima dan menyebarkan informasi.
Pada akhirnya, literasi digital bukan sekadar kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan untuk memilah informasi, berpikir kritis, menjaga etika, melindungi diri, dan mempertimbangkan dampak dari setiap aktivitas di ruang digital.
Dari ruang kelas menuju dunia media, belajar dari pengalaman untuk menjadi generasi yang cerdas, bijak, dan bertanggung jawab di era digital. (Tim Humas Masansa)