Sesuai Dengan Permenpan RB Nomor 15 Tahun 2014 Tentang Pedoman Standar Pelayanan
"DENGAN INI KAMI MENYATAKAN SANGGUP MENYELENGGARAKAN PELAYANAN SESUAI STANDAR YANG TELAH DITETAPKAN DAN AKAN MELAKUKAN PERBAIKAN SECARA TERUS-MENERUS, APABILA TIDAK MENEPATI JANJI INI, KAMI SIAP MENERIMA SANKSI DAN MEMBERIKAN KOMPENSASI PELAYANAN SESUAI DENGAN KETENTUAN YANG BERLAKU."
MTsN 1 Kota Kediri
Portal Resmi Madrasah
MTsN 1 Kota Kediri
MANTAP BERADAB, DIGITAL BERKARYA, PANCA CINTA JIWANYA
Form Layanan Pengaduan
Sampaikan laporan atau aspirasi Anda secara sopan dan aman.
Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Kediri adalah suatu lembaga pendidikan lanjutan tingkat pertama yang di dalam aktifitasnya berciri khas Islam atau bernuansa Islam. Tsanawiyah Negeri I Kota Kediri di dalam sejarahnya berawal dari MTs Swasta yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Al Islah. Dengan dasar pemikiran untuk mempermudah para santri dalam memperoleh ilmu pengetahuan umum, kemudian dinegerikan oleh pemerintah pada tanggal 02 Maret 1970 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 16 tahun 1970 dengan urutan dari pusat
nomor 40.
Madrasah Tsanawiyah Negeri I Kota Kediri berada di pinggiran Kota yang berbatasan dengan Kabupaten Kediri, tepatnya di barat daya Kota Kediri yang terletak di Desa Bandarkidul Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. Pada awalnya mayoritas siswa-siswinya berasal dari pedesaan dan sekitar lereng gunung wilis, yang kondisi sosial ekonominya berpenghasilan menengah ke bawah tetapi sekarang Madrasah Tsanawiyah Negeri I Kota Kediri sudah mulai diminati siswa dari Kota Kediri dan
sekitarnya bahkan sekarang sudah mendapat kepercayaan dan dukungan yang besar dari masyarakat Kota Kediri. Hal ini terbukti animo masyarakat menitipkan putra putrinya untuk memperoleh pendidikan di MTsN I Kota Kediri dari tahun ke tahun 4 semakin meningkat. Hal ini juga didukung kondisi masyarakat yang mayoritas beragama Islam dan banyaknya pondok pesantren yang berada di sekitar MTsN I Kota Kediri.
Demikian sepintas gambaran profil Madrasah Tsanawiyah Negeri I Kota Kediri semoga apa yang diinginkan bisa berhasil. Amin.
Visi & Misi
Visi:
Mewujudkan siswa/i yang Mandiri, Akhlakul karimah, Nasionalis, Terampil, Aktif, Peduli Lingkungan (MANTAP)
Misi:
Melaksanakan pembelajaran yang Berinovasi, Efektif, Religius,
Adaptif, Disiplin, Aktif, Berbudaya Lingkungan (BERADAB)
Guru dan Karyawan
NIPNamaJabatanKinerjaStatus
Total: 81
[197912082025211009]Mujib Mudhofar, S. KomStaf Tata UsahaAktif
Mengembangkan potensi, bakat, dan minat siswa secara optimal
NO
HARI
WAKTU
NAMA KEGIATAN MADRASAH
GURU PEMBIMBING / PEMBINA
KETERANGAN PESERTA
Belum ada jadwal program pembiasaan keagamaan siswa.
Struktur Organisasi Madrasah
Anwar Fauzi, S.Pd, M.Pd.I
Kepala Madrasah
Akhmad Muflik, S.Pd.
Kurikulum
Khotim Maslikah, M. Pd.
Kesiswaan
Nurelah, M.Pd.
Humas
Anwar Mujamil, S.Pd.I
Sarana Prasarana
Furutul Khoiriyah, S.Pd.I
Kepala Tata Usaha
Sarana & Fasilitas Fasilitas
Daftar penunjang kenyamanan Belajar di MTsN 1 Kota Kediri.
Lapangan Futsal
Ketersediaan: 1 Unit/Paket
Baik
Lab Komputer
Ketersediaan: 1 Unit/Paket
Baik
Masjid
Ketersediaan: 1 Unit/Paket
Baik
Gasebo
Ketersediaan: 3 Unit/Paket
Baik
Meja
Ketersediaan: 1136 Unit/Paket
Baik
Kipas Angin Portable
Ketersediaan: 26 Unit/Paket
Baik
Kamar Mandi & Toilet
Ketersediaan: 12 Unit/Paket
Baik
Pos Keamanan
Ketersediaan: 1 Unit/Paket
Baik
Tempat Parkir
Ketersediaan: 2 Unit/Paket
Sangat Baik
Perpustakaan
Ketersediaan: 1 Unit/Paket
Baik
Sound System & Microphone
Ketersediaan: 1 Unit/Paket
Baik
Kipas Angin Turnado Stand
Ketersediaan: 4 Unit/Paket
Sangat Baik
Dokumentasi Kegiatan Madrasah
Kegiatan Siswa
Supervisi Eksternal Metode Ummi, MTsN 1 Kota Kediri Perkuat Mutu Pembelajaran Al-Qur’an
07 Oct 2026
Detail Dokumentasi Kegiatan
Waktu Pelaksanaan:
07 October 2026
Agenda Utama
Supervisi Eksternal Metode Ummi, MTsN 1 Kota Kediri Perkuat Mutu Pembelajaran Al-Qur’an
Kediri – MTsN 1 Kota Kediri terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan mutu pembelajaran Al-Qur’an. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Supervisi Eksternal Pembelajaran Al-Qur’an Metode Ummi yang berlangsung pada Rabu, 7 Oktober 2026, pukul 12.55–16.30 WIB.
Kegiatan yang dipandu oleh Ustaz Afis dan Ustazah Ana, serta diikuti oleh 21 peserta, terdiri atas jajaran guru pengajar Al-Qur’an metode Ummi dan tim terkait, menjadi momentum penting untuk memastikan proses pembelajaran Al-Qur’an di MTsN 1 Kota Kediri berjalan secara terarah, konsisten, dan sesuai dengan standar metode Ummi.
Supervisi eksternal ini tidak sekadar menjadi kegiatan penilaian, tetapi juga menjadi ruang refleksi dan penguatan kualitas pembelajaran. Setidaknya terdapat tiga tujuan utama yang menjadi fokus kegiatan.
Pertama, kontrol eksternal, yakni memastikan pelaksanaan pembelajaran metode Ummi di MTsN 1 Kota Kediri berjalan sesuai dengan standar dan tahapan yang telah ditetapkan. Kehadiran tim eksternal diharapkan mampu memberikan pandangan objektif terhadap implementasi pembelajaran yang selama ini telah dilaksanakan.
Kedua, identifikasi dan solusi permasalahan. Supervisi menjadi sarana untuk menemukan berbagai kendala yang mungkin muncul dalam proses pembelajaran, baik yang berkaitan dengan aspek teknis maupun metodologis. Permasalahan yang ditemukan selanjutnya menjadi bahan diskusi untuk mendapatkan solusi yang aplikatif dan dapat diterapkan oleh para asatidz dalam pembelajaran sehari-hari.
Ketiga, evaluasi kinerja, yaitu memberikan penilaian secara objektif terhadap performa dan efektivitas mengajar para asatidz. Evaluasi ini diharapkan tidak berhenti pada penilaian, tetapi menjadi pijakan untuk melakukan perbaikan dan pengembangan kompetensi secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, MTsN 1 Kota Kediri menegaskan bahwa kualitas pembelajaran Al-Qur’an membutuhkan proses yang terukur, konsisten, dan berkelanjutan. Para asatidz diharapkan mampu melaksanakan pembelajaran sesuai dengan tahapan metode Ummi secara tepat, sehingga perkembangan kemampuan murid dalam membaca Al-Qur’an dapat terpantau dengan baik dan target tahsin, tartil, maupun tahfidz dapat dicapai secara optimal.
Lebih dari sekadar supervisi, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk membangun kesamaan visi antara madrasah dan Tim Ummi. Sinergi keduanya menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas pembelajaran sekaligus memastikan setiap proses yang dilakukan benar-benar memberikan dampak terhadap kemampuan murid.
Pada akhir kegiatan, disampaikan sejumlah pesan strategis sebagai tindak lanjut supervisi. Pihak madrasah diharapkan terus membuka komunikasi dan mempererat kerja sama dengan Tim Ummi, khususnya dalam upaya mencapai target pembelajaran tahsin, tartil, dan tahfidz secara optimal.
Sementara itu, Tim Ummi diharapkan terus meningkatkan kualitas pendampingan serta menjadikan hasil supervisi sebagai bahan evaluasi berkala. Dengan demikian, supervisi tidak berhenti sebagai kegiatan pemeriksaan, tetapi menjadi bagian dari siklus peningkatan mutu yang terus berlangsung.
Bagi MTsN 1 Kota Kediri, penguatan pembelajaran Al-Qur’an merupakan bagian penting dari ikhtiar membangun generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki keimanan, kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta karakter yang beradab.
Melalui kolaborasi yang kuat antara madrasah, para asatidz, dan Tim Ummi, diharapkan pembelajaran Al-Qur’an di MTsN 1 Kota Kediri semakin berkualitas, terukur, dan berdampak nyata, sehingga setiap murid memiliki kesempatan untuk tumbuh menjadi generasi yang dekat dengan Al-Qur’an dan mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. (Tim Humas Masansa)
Kegiatan Siswa
Monev KBC: MTsN 1 Kota Kediri Perkuat Transformasi Mindset dan Keteladanan Warga Madrasah
05 Oct 2026
Detail Dokumentasi Kegiatan
Waktu Pelaksanaan:
05 October 2026
Agenda Utama
Monev KBC: MTsN 1 Kota Kediri Perkuat Transformasi Mindset dan Keteladanan Warga Madrasah
Kediri – Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di MTsN 1 Kota Kediri terus diperkuat. Bukan hanya melalui perangkat dan program pembelajaran, tetapi juga melalui perubahan cara pandang, sikap, dan keteladanan seluruh warga madrasah.
Hal tersebut menjadi salah satu poin penting dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta yang dilaksanakan di MTsN 1 Kota Kediri pada Senin, 5 Oktober 2026, pukul 10.00–13.00 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Mochamad Zaenuri, S.Pd., M.Pd., dari Pokjawas Kementerian Agama Kantor Wilayah Provinsi Jawa Timur.
Kegiatan monev diikuti oleh unsur pimpinan dan Tim Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta MTsN 1 Kota Kediri, meliputi Kepala Madrasah, Tim KBC, para Wakil Kepala Madrasah, guru, tenaga kependidikan, serta unsur lain yang terkait dengan implementasi KBC di lingkungan madrasah.
KBC Bukan Sekadar Perubahan Perangkat
Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk melihat sejauh mana KBC telah dipahami dan diimplementasikan dalam ekosistem pendidikan di MTsN 1 Kota Kediri. Monev juga menjadi ruang refleksi untuk mengidentifikasi praktik baik, tantangan, sekaligus aspek yang masih perlu diperkuat.
Salah satu hal mendasar yang perlu mendapat perhatian adalah perubahan mindset. Implementasi KBC tidak akan berjalan optimal apabila perubahan hanya terjadi pada dokumen, perangkat pembelajaran, atau program madrasah, sementara cara pandang warga madrasah terhadap pendidikan dan murid masih sama seperti sebelumnya.
KBC membutuhkan perubahan paradigma: dari sekadar mengajar menjadi mendidik, dari mengelola menjadi melayani, dan dari berorientasi pada program menuju pembentukan manusia yang utuh.
Karena itu, perubahan mindset perlu dimulai dari para penggerak utama ekosistem madrasah, yaitu kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan.
Keteladanan Kepala Madrasah dan Guru Menjadi Kunci
Dalam implementasinya, nilai-nilai cinta tidak cukup disampaikan melalui nasihat. Nilai tersebut harus dihadirkan melalui keteladanan.
Kepala madrasah memiliki posisi strategis sebagai figur yang menjadi rujukan bagi seluruh warga madrasah. Cara kepala madrasah berkomunikasi, mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan, memberikan apresiasi, melakukan pembinaan, dan memperlakukan warga madrasah akan menjadi bagian dari pembelajaran KBC yang tidak tertulis.
Demikian pula guru. Murid tidak hanya belajar dari apa yang disampaikan guru di dalam kelas, tetapi juga dari cara guru berbicara, bersikap, menghargai perbedaan, menghadapi kesalahan, memberikan teguran, dan menunjukkan kepedulian.
Dengan demikian, keteladanan menjadi salah satu aspek penting yang perlu terus diperkuat dalam implementasi KBC.
Apa yang dilakukan oleh kepala madrasah dan guru akan lebih kuat pengaruhnya daripada apa yang hanya mereka katakan kepada murid.
Dari Mindset Menuju Budaya Madrasah
Monev KBC menjadi momentum untuk melihat apakah nilai-nilai cinta sudah benar-benar hadir dalam kehidupan sehari-hari di madrasah.
Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta terhadap ilmu, cinta terhadap lingkungan, cinta kepada diri dan sesama, serta cinta terhadap tanah air perlu diterjemahkan menjadi perilaku nyata dan budaya bersama.
Guru diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Tenaga kependidikan diharapkan menghadirkan pelayanan yang ramah, responsif, dan penuh kepedulian. Sementara pimpinan madrasah diharapkan menjadi teladan dalam membangun budaya kerja yang kolaboratif, humanis, dan berorientasi pada kemajuan bersama.
Dengan demikian, keberhasilan KBC tidak hanya diukur dari seberapa lengkap dokumen yang tersedia, tetapi juga dari seberapa nyata perubahan perilaku dan budaya yang terjadi di madrasah.
Monev sebagai Cermin untuk Berbenah
Monitoring dan evaluasi bukan dimaknai sebagai kegiatan untuk mencari kekurangan, melainkan sebagai cermin untuk melihat posisi madrasah dan menentukan langkah perbaikan berikutnya.
Hasil monev diharapkan dapat menjadi bahan refleksi bagi MTsN 1 Kota Kediri untuk memperkuat aspek-aspek yang sudah berjalan sekaligus memperbaiki hal-hal yang masih membutuhkan penguatan, khususnya dalam hal perubahan mindset dan keteladanan para penggerak madrasah.
Kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan perlu memiliki kesadaran bersama bahwa KBC bukan program tambahan, melainkan cara pandang baru dalam menjalankan pendidikan.
Ketika pemimpinnya memberikan teladan, guru menghadirkan pembelajaran dengan cinta, dan tenaga kependidikan memberikan pelayanan dengan kepedulian, maka murid akan merasakan nilai-nilai KBC bukan hanya dalam materi pelajaran, tetapi dalam keseluruhan pengalaman mereka berada di madrasah.
Menuju Madrasah yang Benar-Benar Menghidupkan Cinta
MTsN 1 Kota Kediri berharap kegiatan monev ini memberikan penguatan arah dan rekomendasi yang konstruktif bagi keberlanjutan implementasi KBC. Hasil evaluasi akan menjadi bahan tindak lanjut untuk membangun ekosistem madrasah yang semakin konsisten dalam menerapkan nilai-nilai cinta.
Pesan penting yang mengemuka adalah bahwa KBC harus dihidupkan, bukan sekadar dituliskan. Ia harus tampak dalam kebijakan, pembelajaran, pelayanan, komunikasi, pembiasaan, keteladanan, dan hubungan antarseluruh warga madrasah.
Pada akhirnya, transformasi KBC dimulai dari satu hal yang paling mendasar: mengubah mindset para penggerak pendidikan.
Sebab, ketika kepala madrasah dan guru mampu menjadi teladan dalam menghadirkan cinta, murid tidak hanya mendengar tentang cinta, tetapi melihat, merasakan, dan belajar mempraktikkan cinta dalam kehidupan mereka.
KBC bukan sekadar kurikulum yang diajarkan. KBC adalah nilai yang diteladankan, budaya yang dihidupkan, dan karakter yang ditumbuhkan. (Tim Humas Masansa)
Kegiatan Siswa
Brain like is a muscle that grows
02 Oct 2026
Detail Dokumentasi Kegiatan
Waktu Pelaksanaan:
02 October 2026
Agenda Utama
Brain like is a muscle that grows
Tujuan tulisan ini adalah:
Mengenal bagian-bagian dari otak dan neuron
Memahami neoroplasticity serta kaitannya dengan growth mindset
Mengetahui brain based learning
Bill Gates setelah mereview bukunya Carol D'Weck tentang Mindset, dia menyampaikan bahwa "When you struggle to learn something, your brain actually grows. A researcher explains why you can learn anything."
Inti Gagasan
Brain Is Like a Muscle mengangkat gagasan bahwa otak dapat berkembang melalui proses belajar, latihan, pengalaman, dan strategi yang tepat, sebagaimana otot menjadi lebih kuat melalui latihan yang teratur. Gagasan ini berkaitan dengan growth mindset atau pola pikir bertumbuh, yaitu keyakinan bahwa kemampuan seseorang tidak sepenuhnya tetap, tetapi dapat dikembangkan melalui usaha dan proses pembelajaran.
Dalam konteks pendidikan, keberhasilan belajar tidak semata-mata ditentukan oleh kecerdasan bawaan atau bakat alami. Murid juga membutuhkan kesempatan untuk menghadapi tantangan, mencoba strategi baru, belajar dari kesalahan, menerima umpan balik, dan memperbaiki cara belajarnya.
Analogi otak seperti otot mengajak guru dan murid untuk memahami bahwa kesulitan bukan bukti ketidakmampuan, melainkan bagian dari proses mengembangkan kemampuan. Ketika murid belum berhasil, respons yang perlu dibangun bukanlah menyerah, melainkan mencari cara lain untuk belajar dan terus memperbaiki diri. Pokok-Pokok Pemikiran
Materi ini merupakan bagian ketiga buku, yang berfokus pada kemampuan otak untuk berkembang dan pentingnya pemahaman tentang neuroplasticity atau neuroplastisitas. Secara makro otak terdiri dari enam (6) bagian
Cerebrum berfungsi untuk berfikir
Otak berfungsi mengontrol gerakan
Otak untuk bekerja sebagai pengambil keputusan
Untuk menyimpan informasi (long term memory0
Mengatur perasaan: sedih, kecewa, bahagia
Sebagai pengirim perintah pesan ke seluruh tubuh
Secara mikro otak terdiri dari sejumlah neuron (sel syaraf) dan manusia memiliki sekitar 100 milyar neuron, sayangnya banyak manusia yang tidak memakainya.
Jika diperbesar lagi dengan menggunakan mikroskop elektron, penampakan neuron seperti berikut, Struktur neuron terdiri dari, untuk merhubungan dengan neuron lainnya axon seperti pipa yang isinya sinyal elektrik. Karena ada sinyal elektriknya maka harus ada isolatornya dan isolatornya adalah mylen. semakin berlatih/digunakan maka mylennya semakin tebal. Mylen disebut juga kecerdasan otot. Orang yang gagal mencoba lagi, mencoba lagi sehingga mylen semakin tebal, aliran listrik semakin full hingga pesan dengan cepat sampai ke terminalnya.